Jenisini asal mulanya didapat dari perairan Sabah (Malaysia) dan Kepulauan Sulu (Filipina). datar, membengkok, bergelombang, melipat atau membentuk cangkir, bentuknya dari memita hingga melanset, membundar telur atau menyudip, bercabang atau tidak bercabang. Stuktur seksualnya terdiri atas receptakel, bentuk dan susunan yang terjadi dari
Gambar2.3 Teh Cangkir yang di aduk adalah sebuah Aplikasi Vorteks paksa. Sumber : Khurmi, R.S., 1987 maka persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi: Energi yang diperoleh dari tahap kedua adalah 20%nya dari tahap pertama. Gambar 2.12 Turbin Cross Flow atau Banki Sumber : Rajput Rames, 2000 40
Lokasi Laut Jawa, Gresik, Jawa Timur 61181 Map: Klik Disini Buka: Setiap hari 24 jam Pulau bawean. Apa yang terlintas di benak anda ketika mambaca dua kata di atas ? Pasti Saya yakin. Pasti ada yang hanya bengong, kemudian mengalihkan pandangan ke atas langit-langit kamar sembari berusaha mengingat kapan terakhirnya membaca atau mendengar tentang pulau bawean.
PulauSeram memiliki total luas wilayah sebesar 18.625 km persegi dengan panjang pulau sekitar 340 km dan lebar pulau mencapai 60 km. Pulau Seram memiliki titik tertinggi yang berada di Gunung Binaiya dengan ketinggian gunung mencapai 3.019 m di atas permukaan laut. Pulau Seram berada di utara Pulau Ambon yang berada di Provinsi Maluku.
Luasnyawilayah laut tersebut memberi andil atas pembentukan menu makanan warganya yang sebagian besar berasal dari laut. Jika melancong ke Ibu Kota Provinsi Kepri yakni Tanjung Pinang di Pulau Bintan, belum puas rasanya bila belum mencicipi hidangan serba laut di pujasera tepi laut Melayu Square atau tempat lainnya, seperti gonggong, kepiting
Berdasarkandata di atas, dijelaskan bahwa mayoritas daratan Gresik berada pada kelerengan 0-2% dengan luas wilayah sebesar 94.613 Ha (80.59%) sedangkan presentase terkecil berada pada kelerengan lebih dari 40% dengan luas 1072 Ha yang tersebar pada Kecamatan Ujungpangkah dan 2(dua) kecamatan di Pulau Bawean yaitu Tambak
. Original Posted By nazi39►Bab 2 PANTAI PULAU CANGKIR By disbudpar No Comments 4 / 5 Pulau Cangkir dengan luas 2,5 hektar merupakan salah satu destinasi bahari yang berada di Kabupaten Tangerang. Terletak di Desa Kronjo – Kecamatan Kronjo sekitar 21 km dari Balaraja atau 25 km dari Tigaraksa. Unggulan Pulau Cangkir adalah wisata mancing di bagan ataupun di atas perahu, menyewa perahu ke kepulauan Seribu atau berkeliling sekitar pulau .Tidak berapa jauh dari pulau terdapat Tempat Pelelangan Ikan , wisatawan yang berkunjung ke Pulau Cangkir selalu mampir ke TPI untuk membeli oleh oleh ikan segar dangan harga yang cukup murah. Di kawasan inipula terdapat wisata ziarah, yaitu Makam Pangeran Jaga Lautan, yang sangat terkenal, sehingga terjadi perpaduan antara wisata alam dan budaya. Pulau Cangkir, sebuah pantai yang terletak di Desa Kronjo Kabupaten Tangerang. Pulau ini menyimpan banyak potensi alam dan objek wisata yang sangat luar biasa, tapi sayang seribu sayang pulau ini sudah kurang terawat padahal tempat ini menyimpan banyak keindahan di dalamnya. Dahulunya pantai ini mempunyai keindahan yang sangat menawan tapi sekarang pantai ini menjadi kotor, sampah yang berserakan dan Keadaan pantainya itu tenang, tidak ada ombak, ada beberapa karang, dan sejauh mata memandang ke arah laut, kita bisa melihat keramba-keramba ikan dan sesekali terlihat perahu yang melintas. Sarana untuk menuju pantai ini pun menjadi kendala untuk wisatawan yang hendak berkunjung bke pulau ini. Sebaiknya jalan menuju lokasi pantai dibetulkan, karena sangat tidak nyaman untuk dilewati, sudah rusak parah. Lahan Pulo Cangkir Hilang Karena Abrasi Pantai Kamis, 14 April 2011 1550 WIB Seputar Banten Dibaca 485 kali Oleh Achmad Irfan Tangerang, ANTARABanten - Sebanyak tiga hektare lahan Pulo Cangkir di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, hilang karena abrasi pantai dan pembangunan warung di wilayah sekitar. "Berdasarkan data investigasi dinas, sebanyak tiga hektare lebih lahan di pulau cangkir hilang karena abrasi dan komersialisasi pembangunan warung - warung," kata Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno ditemui disela - sela peresmian Tandon Air di Desa Kronjo, Kamis. Dikatakan Rano, data lima tahun lalu, lahan di Pulo Cangkir memiliki luas empat hektare. Namun, setiap tahunnya hilang karena abrasi pantai dan pembangunan warung. Bahkan, luasnya saat ini sudah semakin kecil dari data lima tahun terakhir yakni hanya tersisa dua ribu meter persegi. Bahkan, luas yang tersisa akan semakin berkurang bila tidak segera ditangani serius oleh pihak terkait. "Saya sampaikan kondisi kritis Pulo Cangkir kepada Gubernur agar dapat menginstruksikan kepada Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman yang memiliki kewenangan untuk mengatasinya. Termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," kata Rano. Selain itu, Rano juga meminta kepada Gubernur untuk membangun tanggul pemecah gelombang untuk mengurangi abrasi. Karena, tidak hanya di Pulo Cangkir saja, melainkan di daerah Pantura keseluruhan. Tak hanya itu saja, abrasi pantai juga membawa dampak lingkungan dan perekonomian. Karena, nelayan akan kehilangan mata pencaharian dan objek wisata akan ditinggalkan pengunjung. "Penanganan harus segera dilakukan. Karena, abrasi pantai memberikan dampak sektor lainnya seperti lingkungan dan objek wisata di wilayah sekitar," katanya. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Kementerian PU, Imam Santoso menuturkan, untuk penanganan abrasi pantai di Tangerang, sudah dilakukan di daerah Mauk sepanjang 500 meter Sedangkan untuk di sekitar Pantura secara keseluruhan termasuk di Pulo Cangkir, baru akan dilakukan tahun 2012 mendatang. "Tahun 2011, akan dilakukan kajian. Sedangkan untuk pelaksanaannya tahun 2012, bukan tahun ini," katanya. COPYRIGHT © 2011 Berita di atas adalah berita yang telah saya kutip dari internet mengenai permasalahan di Pulau Cangkir. Dampak yang dirasakan dari abrasi yang terjadi di Pulau Cangkir tentunya akan mempengaruhi kehidupan masyarakat pulau cangkir secara keseluruhan. Mulai dari kehidupan ekonomi, sampai lingkungan sosial masyarakat di Pulau Cangkir pasti kacau. Belum lagi masyarakat yang harus mencari tempat tinggal baru, jika pulau itu terus terusan tergerus abrasi air laut. Menurut saya, permasalahan di Pulau Cangkir berupa abrasi pantai salah satunya, merupakan tanggung jawab dari masyarakatnya juga pemerintah. Masyarakat karena masyarakat di pulau itu tidak peduli akan lingkungannya. Pulau Cangkir yang dulunya dilindungi oleh hutan bakau, sekarang sudah tidak ada. Kemungkinan besar kawasan hutan bakau didaerah Pulau Cangkir hilang karena ditebangi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka untuk kayu bakar, dll. Selain itu tingkat pendidikan masyarakat yang tinggal di pulau, umumnya terbelakang. Jadi bisa dibilang masyarakat di Pulau Cangkir tidak mengetahui manfaat dari hutan bakau. Pemerintah juga turut andil besar terhadap permasalahan di Pulau Cangkir. Hal itu disebabkan pemerintah yang mendiamkan perilaku masyarakat yang menebang kawasan mangrove. Tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, bahkan kesannya pemerintah hanya mendiamkannya saja. Padahal kawasan mangrove itu merupakan benteng pertahanan satu satunya Pulau Cangkir dari ancaman abrasi. Pemerintah juga tidak memberikan edukasi kepada masyarakat di Pulau Cangkir tentang manfaat hutan bakau. Pemerintah justru baru memberikan edukasi tentang bahaya hutan mangrove kepada masyarakat Pulau Cangkir saat hutan bakau pelindung pulau mereka, telah habis mereka tebang. Seandainya edukasi itu diberikan kepada masyarakat lebih awal, pasti akan lain ceritanya. Dampak yang akan dirasakan masyarakat di Pulau Cangkir yang pertama yaitu dampak ekonomi. Dalam berita diatas, sempat disinggung bagaimana keindahan pulaui cangkir dan adanya Makam Pangeran Jaga Lautan. Masyarakat juga berbudidaya ikan ditambak di kawasan laut. Pantai dipulau cangkir berpasir putih, serta pemandangan di sekitar pantai juga indah. Sayangnya perilaku masyarakat yang tidak menjaga kebersihan lingkungannya, dengan membuang sampah secara sembarangan di sekitar kawasan pantai. Sekarang pantai di Pulau Cangkir penuh dengan sampah. Sementara akses jalan di Pulau Cangkir juga rusak parah. Tidak ada perhatian dari pemerintah, walau masyarakat telah mengeluh tentang kondisi jalan di Pulau Cangkir. Akses menuju Makam Pangeran Jaga Lautan juga sulit. Sangat jelas bila Pulau Cangkir terus tergerus dengan abrasi air laut. Masyarakatnya akan hidup merana. Mata pencaharian mereka yang dulu ada di Pulau Cangkir sudah hilang. Mau tidak mau mereka harus mencari mata pencaharian yang lain. Dampaknya pada segi lingkungan sosialnya yaitu masyarakat di Pulau Cangkir harua mencari tempat tinggal yang baru. Tidak mungkin mereka dapat tinggal dalam kondisi dimana pulau mereka tinggal terus terusan digerus oleh abrasi. Mereka pasti akan berpindah tempat tinggal. Entah mencari pulau lain untuk ditinggali maupun pindah ke daratan. Akan tetapi mereka pasti harus mengulang lagi kehidupannya kembali ke titik nol, dimana mereka harus mengulang kembali dari awal. Pemerintah juga dipastikan merugi karena Pulau Cangkir akan hilang dari permukaan bumi suatu hari nanti. Solusinya mungkin adalah melakukan kembali hutan mangrove di Pulau Cangkir. Walau bisa dikatakan sudah terlambat. Paling tidak bisa mengurangi dampak dari abrasi dan Pulau Cangkir tidak terus menerus terkena abrasi. Karena Pulau Cangkir sudah terlindungi dari abrasi oleh hutan mangrove. Mungkin itu adalah satu satunya solusi yang mungkin dilakukan untul menyelamatkan Pulau Cangkir sekarang ini. Karena pada hakikatnya Pulau Cangkir ibarat telur diujung tanduk. Nasib Pulau Cangkir ditentukan oleh masyarakat Pulau Cangkir itu sendiri dan juga kesriusan pemerintah untuk membantu masyarakat Pulau Cangkir menghadapi abrasi. Bila upaya penanaman kembali kawasan hutan magrove itu tidak berhasil. Satu satunya upaya yang bisa dilakukan hanyalah melakukan evakuasi penduduk dari Pulau Cangkir ke Pulau Jawa. Hal itu hanya dilaksanalan bila upaya penanaman kembali kawasan hutan mangrove di Pulau Cangkir tidak berhasil.
gambar pulau cangkir dari atas